Jumlah Siswa Sedikit, SMA Al Ma’arif Gelar Ujian Sekolah dengan Prokes
SMA Al Ma’arif Mataram melaksanakan ujian sekolah secara tatap muka terbatas. Protokol kesehatan tetap diterapkan meski jumlah siswa kelas XII di SMA Al Ma’arif yang mengikuti ujian sekolah relatif sedikit, yaitu sebanyak 17 siswa.
Kepala SMA Al Ma’arif, M. Furkan pada Jumat, 19 Maret 2021 menyampaikan, pelaksanaan ujian sekolah di SMA Al Ma’arif berjalan dengan lancar dengan mengikuti protokol kesehatan ketat. Ia menyebutkan, jumlah siswa yang ikut ujian sekolah sebanyak 17 orang, dengan menggunakan dua ruang ujian. “Ruang 1 berisi 10 siswa dan Ruang 2 berisi tujuh siswa. Ujian Sekolah di SMA Al Ma’arif menggunakan metode luring terbatas,” ujarnya.
SMA Al Ma’arif melaksanakan ujian sekolah sejak Senin, 15 Maret 2021 sampai dengan Selasa, 23 Maret 2021. Furkan menjelaskan, untuk mempersiapkan siswa mengikuti ujian sekolah, pihaknya melaksanakan pengayaan selama dua bulan, sejak Januari sampai dengan Februari 2021. Pembelajaran bagi siswa kelas XII di SMA Al Ma’arif dilaksanakan secara tatap muka, sedangkan kelas X dan XI mengikuti pembelajaran jarak jauh secara daring.
Terkait persiapan teknis untuk ujian sekolah, Furkan mengatakan, panitia pelaksana ujian sekolah memberikan informasi ke siswa melalui pesan singkat via WhatsApp dan SMS. Hal itu dilakukan agar siswa mengetahui teknis ujian sekolah, baik dari segi sistem pelaksanaan, waktu, dan tata cara pelaksanaan sesuai protokol kesehatan cegah Covid-19.
Jadwal ujian sekolah jenjang SMA dan SMK dimulai sejak tanggal 15 Maret 2021 sampai dengan 3 April 2021. Sebelumnya, Kepala Seksi Kurikulum pada Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB, Purni Susanto menambahkan, ujian satuan pendidikan dilaksanakan dalam bentuk portofolio, penugasan, tes secara luring atau daring, dan bentuk penilaian lain. Satuan pendidikan bisa memilih tes secara daring atau luring untuk ujian sekolah.
Di samping itu, pihaknya memberikan fleksibilitas sekolah dalam memilih mode ujian. Sekolah bisa memilih pola daring, luring, atau semi daring sesuai kondisi sekolah. Sekolah juga dapat memilih menggunakan media komputer, tablet, bahkan android untuk mengerjakan soal-soal.
“Bahkan jumlah soal dan durasi pelaksanaan ujian sekolah juga bervariasi. Jumlah soal maksimal 40 dengan maksimal waktu 90 menit. Jumlah soal boleh kurang dari itu, termasuk waktu juga boleh kurang dari 90 menit. Barangkali fleksibilitas inilah yang mungkin cukup memudahkan sekolah,” jelas Purni.
Sumber (SuaraNTB, 20/03/2021)
#ntbsehat&cerdas