29 Siswa SMAN 2 Kota Bima Lulus SNMPTN
Sebanyak 29 orang siswa SMAN 2 Kota Bima dinyatakan lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2021. Mereka diterima di berbagai program studi pilihan, dengan jumlah terbanyak memiliki kesempatan belajar di Universitas Mataram (Unram). Bahkan di antara mereka lolos ke Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada jurusan kepelatihan olahraga.
Kepala SMAN 2 Kota Bima, H. Eddy Salkam, S. Pd., kepada wartawan di kantornya, Rabu, 24 Maret 2021 menyampaikan, dari 65 peserta didik yang mengikuti proses seleksi, 29 di antaranya lulus lewat jalur SNMPTN.
Ini sebuah prestasi membanggakan bagi sekolah. Pasalnya, baru setahun ia memimpin SMAN 2 Kota Bima, tapi angka kelulusan masuk perguruan tinggi lewat jalur tersebut meningkat signifikan dari tahun 2020. “Jika sebelumnya 13 orang. Alhamdulillah sekarang meningkat jadi 29 orang. Ini sebuah prestasi yang membanggakan bagi sekolah,” ungkapnya.
Jika melihat jumlah peserta didik yang mendaftar lewat jalur SNMPTN, tingkat kelulusan siswanya ke perguruan tinggi, tertinggi di Kota Bima. Raihan tersebut patut diapresiasi, serta sebagai motivasi siswa lain untuk lebih giat lagi dalam belajar.
Dengan terbukanya kesempatan menimba ilmu pada sejumlah perguruan tinggi terkemuka itu, Eddy Salkam berharap siswa segera mempersiapkan biaya pendaftaran sesuai jadwal yang telah ditentukan. “Jangan sia-siakan kesempatan ini, tapi manfaatkan sebaik mungkin untuk meraih cita-cita,” ujarnya.
Ditambahkan, dari 29 siswa yang telah dinyatakan lulus SNMPTN tersebut, enam di antaranya memenuhi syarat sebagai penerima beasiswa bidikmisi. Mereka yakni Putri Wulandari dan Santi diterima di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Unram. Selain itu, Ainun Rahmatika di Jurusan Hubungan Internasional Unram. Tasniatul Uyun untuk Ilmu Hukum dan Yuni Risky Salsabila pada Jurusan Peternakan Unram. Sementara satu orang lain, dapat beasiswa tersebut di Universitas Padjajaran pada jurusan fisika.
“Ini rata-rata anak kita yang tergolong tidak mampu secara ekonomi, ditandai kepemilikan KIP, KIS dan kartu PKH,” pungkasnya.
Sumber (SuaraNTB, 24/03/2021)