Aksi Membatik SLBN 1 Mataram Memperingati Hari Batik Nasional

Dilansir dari Suara NTB, SLBN 1 Mataram menggelar kegiatan membatik bersama di halaman SLBN 1 Mataram pada Senin, 3 Oktober 2022. Kegiatan itu merupakan aksi SLBN 1 Mataram memperingati hari batik yang jatuh pada 2 Oktober 2022, sekaligus sebagai implementasi program SLB vokasi.

Kepala SLBN 1 Mataram, Drs. Agung Wijayanto, M.Phil.SNE., pada Senin, 3 Oktober 2022 mengatakan, kegiatan membatik bersama itu mengusung tajuk “Aksi kami pada Hari Batik Nasional 2022”. Kegiatan  ini merupakan tindak lanjut pelatihan peningkatan kompetensi vokasional sebelumnya.

“Digelar di halaman SLBN 1 Mataram sebagai implementasi program Dinas Dikbud NTB yaitu SLB Vokasi dan mengangkat kearifan lokal yang bertepatan dengan Hari Batik Nasional,” ujar Agung.

Peserta kegiatan ini yaitu semua guru, tenaga pendidikan, perwakilan siswa, orang tua serta beberapa alumni dan mahasiswa PKL UIN Mataram yang sedang magang di SLBN 1 Mataram. Kegiatan ini dibuka Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus, Hj. Eva Sofia Sari, S.Pd., M.Pd., yang juga berkenan memberikan coretan atau proses pencantingan batik. Kegiatan berjalan lancar dan berakhir pukul 12.00 Wita.

“Kegiatan ini juga disaksikan oleh Kepala SLBN 1 Loteng bersama tim yang kebetulan sedang melaksanakan program studi tiru yang dicanangkan oleh Bidang PK Dikbud NTB di sekolah kami. Mereka langsung jatuh hati dan akan menindaklanjuti dengan pelatihan vokasi membatik di sekolahnya. Alhamdulillah bisa menginspirasi sekolah lain,” ujar Agung.

Agung menjelaskan sebelumnya, pemberian keterampilan melalui program SLB vokasi ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada siswa. Karena tidak semua siswa SLBN 1 Mataram memiliki kemampuan akademik yang baik. Meski demikian, ada juga beberapa siswa SLBN 1 Mataram yang melanjutkan pendidika ke jenjang perguruan tigngi.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus Dinas Dikbud NTB, Hj. Eva Sofia Sari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan, SLB vokasi mengacu pada kurikulum SLB yang lebih menekankan pada pendidikan keterampilan. “Bertujuan agar selepas dari sekolahnya nanti ABK atau PDPD memiliki modal untuk lebih mandiri sehingga kedepannya tidak menjadi beban bagi keluarga atau masyarakat disekitarnya,” ujarnya.

Eva juga menyampaikan, dengan adanya keterampilan tersebut, para siswa bisa menciptakan lapangan kerja sendiri. Untuk menyeleraskan pelaksanaan SLB vokasi, maka bidang Pembinaan PK Dinas Dikbud NTB akan berkolaborasi dengan bidang pembinaan SMK yang juga melaksanakan pendidikan vokasi. (ron)