Diskusi Verifikasi Naskah Konsep Prasarana Sekolah Masa Depan (SMD)

SMAN 1 AIKMEL - Hadirnya konsep Merdeka Belajar yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, memberikan gagasan dimana konsep ini sangat memperhitungkan kemampuan dan keunikan kognitif individu para siswa. Siswa diharapkan mampu menunjukkan kemampuan minimum dalam dua aspek, yaitu kemampuan “literasi” dan “numerik”. Hal lain yang menarik dari penerapan konsep ini adalah adanya perluasan penilaian hasil belajar siswa yang tadinya hanya berbasis pada nilai ujian nasional, saat ini menjadi berbasis pada penugasan dan portofolio siswa. Sehingga kedepannya siswa akan diberikan ruang untuk bisa mengembangkan diri mereka sesuai minat dan bakat. Sekolah masa depan harus mengakomodir konsep-konsep pendidikan yang terus berkembang, sesuai kebutuhan dan tantangan zaman. Konsep prasana pun berperan untuk bagaimana prasarana sekolah masa depan dapat mengakomodir dan memberi ruang bagi pengembangan diri peserta didik sesuai minat dan bakat, menjadi tantangan kita semua.

Sesuai keputusan yang telah dikeluarkan oleh Kemdikbud, Riset dan Teknologi RI bahwa untuk daerah Nusa Tenggara Barat sebanyak 6 sekolah yang ditunjuk sebagai pilot pengembang konsep prasarana sekolah masa depan secara nasional. Tentu hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah yang ditunjuk mengembangkan standar prasarana sekolah masa depan yang diharapkan mampu mengakomodir minat dan bakat peserta didik.

Rabu, 25 Mei 2022 bertempat di ruang kerja Kasi. Prasarana dan Dapodik SMA Dikbud NTB dilaksanakan diskusi dan pengarahan terkait bagamaina dan seperti apa konsep prasarana dalam sekolah masa depan (SMD). Kegiatan verifikasi tersebut diikuti oleh 6 sekolah yang ditunjuk untuk melaksanakan pengembangan konsep SMD yakni SMAN 1 Aikmel, SMAN 1 Pringgabaya, SMAN 1 Praya, SMAN 2 Gerung, SMAN 1 Tanjung dan SMAN 7 Mataram.

Kegiatan berlangsung selama 1 jam membahas tentang kesiapan sekolah tentang konsep prasarana sekolah masa depan (SMD) menjelang temu diskusi kelompok terpumpun (DKT) yang akan dilaksanakan pada Jumat, 27 Mei 2022 bertempat di SMAN 1 Praya Lombok Tengah. Kegiatan diskusi kelompok terpumpun (DKT) diagendakan untuk menyatukan komitmen dan konsep naskah yang akan dibakukan. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat SMA  telah melakukan berbagai koordinasi dengan Dikbud NTB yang tertuang dalam undangan kegiatan yang secara resmi dihadiri oleh Kepala Dinas Dikbud NTB, Kepala Bidang PSMA Dikbud NTB dan seluruh kepala sekolah bersama wakil kepala sekolah sarana dan prasarana tertunjuk.

Drs. Lalu Moh. Ali Iftihar selaku kepala sekolah SMAN 1 Aikmel yang menyempatkan diri untuk hadir dalam diskusi verifikasi konsep prasarana SMD Rabu, 25 Juli 2022 di ruang kerja Kasi. Prasarana dan Dapodik SMA Dikbud NTB berharap ini adalah awal perubahan prasarana yang ideal bagi sekolah dalam upaya mengakomodasi minat dan bakat peserta didik di masa depan. (Humas Smanel)