Parade Budaya Tumbuh Kembangkan Bakat Minat Siswa

SMAN 1 AIKMEL – Salah satu upaya dalam menumbuhkan dan memfasilitasi bakat dan minat peserta didik agar menemukan jati dirinya sebagai manusia yang seutuhnya, kegiatan parade budaya yang terintegrasi dengan literasi berkesenian, SMAN 1 Aikmel pun mengadakan sebuah wahana berliterasi yang dikemas dalam balutan parade budaya. Kegiatan yang berlangsung di SMAN 1 Aikmel ini merupakan ikhtiar untuk mengintegrasikan nilai-nilai dalam profil pelajar pancasila untuk mendorong kreatifitas dalam pembelajaran yang berdiferensiasi.

 

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 24-25 Oktober 2022 bertema “Baswara Gunita Nuswapada memiliki makna “Cahaya Budaya Nusantara” dengan harapan pada pergelaran tari ini, Nartana Buddhaya dapat memukau khalayak publik melalui penampilan tari dan musik tradisi Indonesia.” Tak hanya itu, beberapa kreasi yang menggambarkan bakat dan minat siswa pun mendatangkan “pukauan” penonton seperti pementasan fashion show, sendratari, drama, musikalisasi puisi dan wirausaha bazar.

 

Yang paling unik adalah pada pementasan fashion show, siswa mampu menyulap desain busana luar biasa dari bahan limbah organik dan non organik menjadi busana yang anggun dan menawan.

 

Dalam riuh gempita semarak parade seni, Bapak Kepala KCD Lombok Timur H. Martua Hamonangan Nasution, M.Pd. tak henti-hentinya berdecak kagum menikmati suguhan demi suguhan kreatifitas siswa. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa esensi kurikulum merdeka sudah benar-benar terwujud dalam kegiatan ini. Bakat dan minat peserta didik tertuang dan tumpah dengan adanya wadah pementasan yang memunculkan kreatifitas siswa.

 

Hal senada juga diutarakan oleh kepala SMAN 1 Aikmel Drs. Lalu Moh. Ali Iftihar, bahwa ajang ini nantinya membantu siswa untuk menemukan pola life skill dan keterampilan serta mengasah bakat dan minat siswa sebagai pengembangan pembelajaran berdiferensiasi yang terintegral dengan profil pelajar pancasila. Nantinya sekolah akan lebih banyak menyediakan ruang untuk berkreativitas dan berliterasi sebagai perpaduan kemampuan berpikir dan berkesenian yang berbudaya serta berkearifan lokal.

 

Sementara itu dalam laporannya, Saepudin Ansory, S.Pd. selaku ketua penyelenggara dan pembina OSIS SMAN 1 Aikmel meyampaikan bahwa konten dalam kegiatan ini berusaha menampilkan produktivitas dan kreatifitas siswa yang khas dan unik serta berorientasi pada kearifan lokal yang ada di sekolah. Ia juga menambahkan bahwa kegitan ini sebagai integrasi pembelajaran berdiferensiasi yang bias menangkap dan mengungkap segala keragaman potensi bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa.//Humas Smanel.