Perkuat Program PASCH untuk Dapat Beasiswa, SMAN 3 Mataram ”Impor” Guru dari Jerman

Yayasan “I-BUK-I” Bildungsforderung Indonesien e.V berkunjung ke SMAN 3 Mataram. Kedatangan lembaga pendidikan dari Jerman yang fokus dalam pengembangan kebahasaan di Indonesia melihat proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di Smanti sebutan SMAN 3 Mataram. Selain itu, mereka memberikan metode pembelajaran bagi guru.

”Saya di sini memberikan metode pembelajaran bagaimana anak kreatif di dalam kelas,” kata Isabelle Eitmann, pihak yayasan “I-BUK-I” Bildungsforderung Indonesien e.V, Sabtu (24/2) lalu.

Isabelle, sapaan karibnya berkeliling melihat KBM di sejumlah kelas. Sebagai orang Jerman ia tahu Smanti memiliki program  PASCH (Schulen Partner der Zukunft) atau sekolah mitra menuju masa depan. ”Kedatangan saya ke sini mengajar bahasa Jerman,” kata perempuan yang berprofesi sebagai guru di Jerman ini.

Selain itu, ia juga akan memberikan metode pembelajaran bagi guru agar anak-anak kreatif di dalam kelas. ”Saya juga akan melihat model pembelajaran, khususnya program PASCH di SMAN 3 Mataram ini,” terangnya.

Ia tahu betul Smanti menjadi satu-satunya sekolah di ibu kota NTB yang memiliki program PASCH. ”Saya akan berada dua hari di sekolah, satu hari mengajar anak  di kelas. Dan satu harinya lagi memberikan metode pembelajaran bagi guru agar anak kreatif didalam kelas,” pungkasnya.

Kordinator PASCH SMAN 3 Mataram Durun Nafis merasa senang kedatangan tamu dari Jerman. Karena kedatangan guru dari Jerman akan membagi pengalaman terkait metode pembelajaran. Sehingga anak-anak lebih kreatif di dalam kelas dan pembelajaran tidak membosankan.

Yang patut dicontoh, pembelajaran di Jerman tidak melulu teori, tapi lebih ke praktik dan menyenangkan. ”Belajar juga tidak hanya di kelas, tapi juga diluar kelas. Beda dengan kita kebanyakan belajar di kelas, kalau di sana bisa di lapangan atau mana saja,” ucapnya.

Dikatakan, apa yang akan diajarkan oleh Isabelle dari  Yayasan “I-BUK-I” Bildungsforderung Indonesien e.V sesuai Kurikulum Merdeka yang menekankan pada siswa. ”Jadi bagaimana membuat siswa kreatif di dalam kelas. Tidak hanya diam, tapi membuat siswa menjadi aktif,” jelasnya.

Ia bersyukur Smanti memiliki program PASCH. Sehingga ketika ada orang Jerman berkunjung ke Lombok pasti ingin ke sekolah. ”Dari penilaian bu Isabelle sekolah ini cukup bagus dan Bu Yuspita Martiningrum (kepala sekolah, Red) sangat mendukung program PASCH,” pungkasnya.

Plt Kepala SMAN 3 Mataram Yuspita Martiningrum mendukung program PASCH yang ada di sekolah. Bahkan tahun ini ia ingin ada siswa mendapat beasiswa ke Jerman melalui program PASCH. ”SMAN 3 Mataram dikenal dengan program PASCH-nya. Jadi kami ingin program ini berjalan maksimal seperti dulu,” pungkasnya.

Sumber : Lombok Post